Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

Tuesday, 11 April 2017

Panduan Binsis Online untuk Pemula

Bisnis online sedang naik daun sekarang. Semakin meningkatnya jumlah pengguna internet, baik yang diaskes via dekstop maupun smartphone, membuat bisnis online semakin ramai. Belanja secara online menjadi pola baru di masyarakat. Dan pastinya, transaksi online akan terus meningkat di masa-masa yang akan datang.

Memulai bisnis online sangat mudah jika dibandingkan dengan secara offline. Jika secara offline, kita setidaknya akan menggunakan lebih banyak waktu dengan langsung menawarkan barang ke kolega, saudara. Bahkan, modal akan lebih besar jika harus mengontrak sebuah kios/ ruko.

Dengan secara online, kita cukup mengupload produk dengan internet dan selanjutnya tinggal menunggu ada order yang masuk sembari melakukan rutinitas lain. Kita juga tidak wajib punya sebuah toko/ kios/ ruko pada awal bisnis online karena pada dasarnya dengan mengupload produk kita, misalnya di jejaring sosial semacam instagram, kita sudah mempunyai kios/ ruko secara virtual. Pendeknya, dengan bisnis secara online, akan ada efesiensi. Maka dari itu, jamak kita jumpai sekarang, seseorang yang kesehariannya sudah sibuk ngantor tetapi masih jualan produk secara online. Mereka sedang mencari nilai tambah.

Tentu akan lebih baik jika bisnis online dipadu dengan adanya kios/ ruko/ toko (secara offline). Dengan memiliki toko, kepercayaan pembeli kepada kita akan semakin tinggi, apalagi jika toko tersebut terindeks di google map, terlihat jelas di street view, dan mempunyai rating yang bagus di google my business.
Lantas, bagaimanakah cara memulai bisnis online? 
Tentukan produk yang akan dijual
Pertama-tama kita harus menentukan apa saja yang akan kita jual secara online. Ada banyak sekali pilihan dalam berbisnis, akan tetapi akan lebih baik jika kita berbisnis sesuai dengan hasrat kita, biasa disebut passion. Dengan berbisnis sesuai passion, semua hambatan, tantangan, rintangan, gangguan yang mungkin muncul akan lebih mudah diatasi. Sebagai contoh misalnya, passion kita dalam hal petualangan/ kegiatan advanturing. Kita bisa menjual produk sepatu safety boots, sandal gunung, perlengkapan camping, bandana, jaket waterproof, dan lain-lain. Karena passion kita di advanturing, biasanya kita akan cepat tanggap jika ada pertanyaan-pertanyaan dari pelanggan, bahkan kita bisa menambahkan informasi yang sifatnya edukatif disela-selanya, sehingga pelanggan merasa berbelanja di tempat yang expert.

Tentukan darimana produk yang akan dijual
Kita harus menentukan apakah produk yang akan kita jual merupakan produksi sendiri atau bukan. Menjual produk hasil produksi sendiri mempunyai nilai tambah tersendiri. Dengan memproduksi barang sesuai dengan desain kita sendiri, barang yang kita jual  bukanlah barang pasaran, kita tidak akan terjebak dalam skema perang harga karena menjual produk yang sama dengan penjual lainnya. Tinggal kepintaran kita dalam mencipta desain dan memilih bahan yang tentu disesuaikan dengan target konsumen.

Jika kita memilih menjual produk yang bukan hasil produksi sendiri, berarti kita harus mencari suplier yang valid dan terpercaya. Ada banyak cara dalam mencari suplier, kita bisa mencari secara offline maupun online. Secara offline dengan langsung berkunjung ke alamat suplier, misalnya yang jamak dilakukan sekarang adalah dengan datang langsung ke pasar metro tanah abang, pusat grosir tekstil yang katanya terbesar se-Asia Tenggara. Dengan cara seperti ini, peluang kita tertipu rendah, akan tetapi besar dibiaya transport. Untuk mengakalinya, biasanya setelah kunjungan pertama, order berikutnya cukup dengan transfer saja layaknya beli secara online, toh suplier sudah kenal dan lokasinya sudah tahu.

Cara kedua adalah mencari produk secara online. Dibanding dengan cara pertama (offline), risiko order secara online lebih besar, apalagi jika kita langsung transfer ke rekening suplier online tersebut. Agar terhindar dari tindak penipuan, cek dan re-cek dulu sebelum dana ditransfer. Cari suplier yang memiliki alamat yang jelas, kalau bisa yang ada toko dan terindeks di google map, terlihat di street view, dan memiliki rating yang bagus di google my business. Tanyakan kepada mbah google ada gak kasus penipuan suplier tersebut, misal cari di google search 'Toko A penipu', jika tidak ada maka akan menjadi tambahan nilai positif. Cek juga seberapa aktif produk dari suplier tersebut di update, biasanya suplier yang istimewa akan selalu mengupdate produknya, baik di website, maupun jejaring sosialnya (facebook, twitter, instagram). Jangan lupa juga add pin BBM, add Line, dan kontak di WA (whatsapp), coba tanyakan produk yang Anda lihat di website-nya, seberapa cepat suplier merespons, jadikan pertimbangan.

Cara lain mencari suplier secara online adalah dengan masuk ke marketplace, semisal Shopee, Tokopedia, atau Bukalapak. Marketplace tersebut dilengkapi dengan rekening bersama, sehingga potensi tertipu akan sangat rendah. Uang yang kita transfer akan ditahan dulu di rekening marketplace, baru setelah barang kita terima dan tidak ada komplain (artinya barang yang dikirim sesuai dengan yang ditawarkan), baru dana bisa dicairkan oleh penjual. Dengan cara ini, kita cukup melihat rating si penjual yang biasanya disertai dengan review-review dari sang pembeli. Cari penjual dengan rating lebih dari 4.5 (paling bagus rating 4.8 ke atas) untuk amannya.

Bagaimana produk tersebut dijual
Setelah menentukan produk dan darimana didapatkan, sekarang tiba saatnya menjual produk tersebut. Pada dasarnya menjual produk secara online bisa dengan 2 cara, yaitu: berjualan produk yang distok sendiri atau berjualan sebagai dropshipers. Dengan berjualan stok sendiri berarti kita akan mempacking dan mengirimkan sendiri ke jasa ekspedisi, sedangan dengan dropshipers kita hanya mentransfer sejumlah tertentu ke suplier dan selanjutnya suplier akan mempacking dan mengirimkan produk dengan menulis nama kita sebagai pengirim.

Jika dipikir-pikir memang enak berjualan ala dropshipers, tidak ada resiko stok barang, akan tetapi performa bisnis kita akan sangat bergantung dengan respons dari suplier. Jika suplier sedang sibuk dan respons lambat, ada kalanya pertanyaan pelanggan jadi ikut lama kita jawab, bahkan yang paling vital ketika pelanggan meminta no resi pengiriman, baru 3 hari bisa kita jawab saking sibuknya suplier mengurusi banyak ordernya. Pada akhirnya pelanggan jadi jera dan berefek kita kehilangan pelanggan. Mempunyai suplier yang responsif jadi syarat mutlak jika ingin binsis nyaman sebagai dropshipers.

Lain halnya jika kita bisnis dengan stok sendiri, kita tidak bergantung kepada siapa pun, memang ada resiko stok mati dan modal lebih besar, tetapi respon ke penjual bisa sangat cepat, resi bisa langsung kita info setelah barang terkirim, kualitas barang bisa kita cek sebelum dikirim, sehingga pelanggan merasa terlayani dengan sangat baik. Biasanya kita akan memperoleh pelanggan yang loyal dengan sistem ini, dan bukan tidak mungkin mereka kemudian memberikan review yang bagus dan merekomendasikan kepada teman-temannya.

Bagaimana cara memasarkan produk tersebut
Menjual produk secara online bisa dilakukan dengan banyak cara. Cara pertama dan seharusnya kita miliki adalah website/ blog yang menjadi toko lengkap kita secara online. Untuk pemula, bisa menggunakan website yang gratisan, semisal blogger atau wordpress. Yang terpenting, pada website tersebut harus mencantumkan alamat - kontak yang jelas, navigasi menu yang sederhana tetapi memudahkan, selalu update jika ada produk baru, membuat katalog produk, dan jangan lupa dilengkapi dengan berita informatif lainnya semisal: cara berbelanja, forum answer and queshion (FAQ). Seiring dengan waktu, jika dirasa perlu nanti kita bisa beli domain yang berbayar, walau hosting masih gratisan. Cukup murah kok domain berbayar, sekitar 120.000 IDR langganannya per tahun.

Tahap berikutnya, jangan lupa mendaftarkan bisnis anda di google my business dan google map. Dengan terindeksnya bisnis kita di google, pelanggan akan semakin percaya, apalagi jika kemudian kita memiliki toko fisik dan terlihat di review dan street view.

Untuk meningkatkan penjualan dan traffic ke web, kita juga harus aktif memperkenalkan toko online dan produk kita dijejaring sosial. Saat ini jejaring sosial yang sedang on fire adalah instagram. Buat foto yang menarik, selipkan informasi yang jelas, dan  posting di instagram Anda. Jangan lupa share postingan instagram tersebut di facebook dan twitter juga.

Untuk menambah followers Anda di instagram tidak ada salahnya buat promo-promo yang menarik di waktu tertentu, misal dengan kuis berhadiah sebuah jaket gunung. Bertambahnya followers berarti semakin banyak yang melihat produk kita. Nanti kalau followers kita jumlahnya ratusan ribu, bukan tidak mungkin akan ada orang yang ingin produknya diiklankan di instagram kita dengan membayar jumlah tertentu. Kita menjadi selebgram dan ada tambahan baru selain bisnis yang kita geluti sekarang. Seperti kata pepatah "sambil menyelam minum air".

Cara lain yang lebih direct dalam menjual produk adalah dengan langsung masuk ke marketplace semacam: Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak. Menjual produk di marketplace sangatlah mudah dan menarik, banyak sekali promo-promo yang ditawarkan, seperti yang paling hot promo gratis ongkir. Meskipun mudah, tetapi berjualan di marketplace sangat 'kejam'. Kita akan berhadapan langsung dengan suplier sendiri, bersama-sama berhadapan dengan seller sejenis yang bukan tidak mungkin terjerat dalam skema perang harga. Jika kita menjual produksi sendiri, berjualan di marketplace tidaklah menjadi soal. Pada akhirnya, yang paling penting ketika berjualan di marketplace adalah menjaga performa toko hingga rating tetap baik, biasanya 4.5 ke atas.

Menentukan Harga Produk
Harga produk adalah bagian yang paling penting dalam bisnis. Sewajarnya keuntungan bisnis adalah berkisar di 20-30 persen dari harga pokok penjualan (HPP). Menetukan harga jual produk sangat bergantung kepada tingkat persaingan, jumlah permintaan, jumlah penawaran, modal yang kita keluarkan untuk operasional, sewa kios, gaji karyawan, dan masih banyak lagi. Sangat situasional dan tidak bisa digeneralisir. Harga produk yang terbaik adalah nilai tertentu yang bisa membuat toko kita tetap menghasilkan keuntungan, tetapi tidak merusak harga dipasaran. Jika kita meninginkan long term business kita harus menjaga harga di pasaran bukan?

Alat dan Kelengkapan Bisnis Online
Untuk merealisakian bisnis online yang sudah kita rencanakan, kita harus memiliki alat dan kelengkapan untuk menunjangnya.

  1. Rekening Bank: bisnis online akan melibatkan proses transfer, kita harus mempunyai rekening bank. Minimal kita harus punya satu, lebih baik jika ada banyak, berarti pembeli akan punya banyak pilihan. Rekening yang banyak digunakan sekarang adalah: Bank Mandiri, BCA, BNI, dan BRI. Jangan lupa mengaktifkan internet banking/ mobile banking, dan meminta token ke bank untuk menunjang bisnis online Anda.
  2. Laptop/ Komputer: kita harus memiliki laptop/ komputer bukan hanya untuk buat/ update website, jejaring sosial, tetapi juga untuk cek internet banking agar cepat memvalidasi jika ada transferan yang masuk. Komputer/ Laptop juga bisa untuk membuat neraca bisnis kita.
  3. Smartphone: kita bisa melayani pelanggan kapan dan dimanapun dengan telepon pintar, termasuk juga upload produk.
  4. Internet: Syarat wajib bisnis online harus ada internet. Sekarang sudah banyak paketan yang murah, cari yang kuota besar dan signyal bagus di daerah Anda. Jika ada dana lebih, gunakan layanan internet yang stabil semacam Indihome, untuk menunjang bisnis online Anda.
  5. Kartu Kredit: Ini tidak wajib, tetapi akan memudahkan bisnis kita jika ada. Kita bisa mengkulak produk, menstok, dan kemudian menjualnya dengan modal kartu kredit. Lumayan dapat jangka waktu lebih dari 1 bulan untuk melunasi. Dengan langsung lunas, kita tidak akan kena bunga. Yang paling penting, hanya gunakan kartu kredit maksimal sebesar omset penjualan per bulan. Kartu kredit hanya disarankan untuk usaha yang sudah jalan.

Thursday, 23 March 2017

Pengalaman Import Barang dari China

Dibukanya pasar bebas ASEAN dan China (ACFTA/ ASEAN China Free Trade Area) mau tidak mau membuat arus barang dari sumber yang murah (China) menyerbu pasar tanah air. China (sekarang disebut Tiongkok) memang sulit dibendung, kita maunya apa, mereka bisa buatkan.

Ingin produk dengan kualitas apapun bisa, semua tergantung budget kita. Jika dulu barang dari China dikenal berkualitas rendah dengan harga murah, sekarang mereka juga bisa membuat produk dengan kualitas sedang s.d tinggi dengan biaya produksi yang masih tergolong murah.

Tenaga kerja murah, produksi massal, dan sokongan pemerintah yang kuat membuat mereka begitu powerfull. Masih ingat tidak beberapa tahun yang lalu pemerintah Tiongkok sengaja merendahkan nilai tukar uang mereka?! Strategi di luar nalar dan dugaan, di saat negara-negara lainnya berjuang gigih mempertahankan/ menguatkan kurs mata uangnya, mereka malah menurunkannya. Ternyata, strategi ini untuk meningkatkan eksport barang mereka, produk made in Tiongkok pun banjir dimana-mana, tidak hanya di tanah air.

Cukup bersimpati dengan usaha pemerintah sekarang untuk meningkatkan daya saing, walau masih sangat sulit membendung produk Tiongkok, setidaknya usaha tersebut sudah pada rel yang benar. Pembangunan infrastruktur dalam jangka panjang akan menurunkan cost, adanya KUR bunga rendah dengan jaminan 'hanya' dengan usahanya merupakan angin segar bagi pengusaha UMKM. Kita berharap selanjutnya ada stabilitas di semua bidang, baik ekonomi, politik, sosbud, dan hankam.

Mungkin satu-satunya cara untuk mengerem invasi produk dari luar saat ini adalah dengan hanya mencintai produk-produk Indonesia. Seberapa kuat kita mencintai produk-produk dalam negeri? Ternyata, sangat berat prakteknya di lapangan, dan ini menjadi PR bersama. Sebagai contoh, saya akan berbagi pengalaman tentang hal tersebut.

Saya berdagang baik pakaian produksi lokal (beberapa produksi sendiri), maupun pakaian import. Pakaian import yang saya maksud adalah pakaian import yang bukan barang sisa, bukan barang rejeck, bukan barang yang disebut 'awul-awul' , tetapi barang produksi pabrik di Tiongkok yang memang ditujukan untuk eksport.

Pengalaman Import Barang dari Tiongkok / China
Sekarang ini pasti sering kita dengar banyak sekali seminar-seminar tentang cara import dari China, bagaimana memulainya, amankah, cara memilih barang, etc.. yang intinya mengajarkan cara dan keuntungan berbisnis barang import dari China. Secara garis besar, caranya kurang lebih sama dengan pengalaman penulis.

Pada medio 2012, saya dikenalkan oleh suplier pakaian di pusat grosir tanah abang dan ITC mangga dua dengan sebuah jenis produk pakaian yang bagus, tetapi dengan harga terjangkau. Saya mengambil beberapa kodi dan menjualnya di toko. Luar biasa, demand dari pelanggan sangat tinggi dan tak seberapa lama produk habis. Dilemanya sebagai pedagang, dimana ada profit, disitu akan terus dikejar.

Dua sampai tiga kali saya order ulang ke suplier. Sayang, saat hendak order yang keempat, barang sudah kosong dan dikatakan mungkin baru akan ada lagi 2-3 bulan lagi, itupun stok nanti dibatasi. Permintaan sangat tinggi, kulakan pun dibatasi. Imbasnya, barang yang masih ada di toko menjadi naik. Meski harga naik, permintaan masih saja tinggi. Saya pun memikirkan cara, bagaimana saya mendapat barang tersebut langsung dari negara asalanya. Tak apalah kena tangan kedua di negara produsen, kalau order di pabrik kan tidak mungkin. Tangan kedua pun siapa tahu juga lebih murah dari harga suplier dan lagi stok di suplier sering kosong dan berebut.

Saya lebih lanjut mencari informasi dengan googling. Setiap kali saya mencari produk-produk tersebut, selalu yang muncul adalah via situs Alibaba.com. Sangat powerfull sekali situs ini, dan ternyata saya baca review-review, Alibaba memang sedang menjadi marketplace top dunia. Di China, Alibaba dan Aliekpress merupakan raksasa dan market leader.

Iseng-iseng saya cari produk yang dimaksud dan chat dengan supliernya di aplikasi chat Alibaba (dikenal sebagai trade manager). Saya menanyakan deskripsi tentang produk yang saya maksud, apa kualitasnya, bagaimana detailnya, harga berapa, sistem pembayaran bagaimana, dan etc. Suplier menjelaskan dengan gamblang produk yang saya maksud, bahkan secara deduktif, dia langsung nembak saya dengan nama kualitas produk yang saya maksud. Pendek kata, suplier bisa menyediakan produk yang saya dapatkan di tanah abang/ mangga dua tersebut. Jika ditotal, harga barang adalah sama dengan harga yang saya dapatkan di suplier lokal. Bedanya, jika di suplier lokal harga belum termasuk ongkir, maka via sulier di Alibaba total harga barang sudah sampai toko saya alias door to door. Wow.. sudah lebih murah, barang stok bis milih lagi, saya pun melakukan order.

Karena baru pertama order dan ada 'rasa' takut tertipu, maka saya memutuskan order dalam jumlah kecil. Apalagi suplier maunya melayani order hanya dengan TT, moneygram, atau Western Union. Tidak mau ecrow (rekening bersama) karena prosesnya lama dan order kecil. Okelah, jika tertipu kurang dari 2 juta ta apalah, buat saya akan sebanding dengan jalan besar di depan mata jika seandainya barang benar-benar dikirim dan sesuai spesifikasinya.

Saya kirim order via email, semua dengan bahasa Inggris tentunya. Sangat mudah berbahasa Inggris dengan orang Tiongkok karena mereka sangat to the point dan pilihan katanya sederhana. Hanya sekitar bebarapa jam, email pun dibalas. Saya menggunakan jasa ekspedisi EMS yang tarifnya paling murah jika dibanding DHL, Fedex, atau jasa ekpedisi express swasta lainnya.

Jika menggunakan EMS akan ada ongkos bea cukai jika nilai barang sama atau lebih dari 500 $ US. Untuk mengakali biar tidak kena bea cukai, saya berpesan kepada suplier agar total belanja dibuat kurang dari nominal di atas. Paketnya kecil kok, jadi kalau dibilang kurang dari 500 $ masih nalar.

Pembayaran saya lakukan via Western Union. TT atau moneygram saya tidak mengerti mekanisnmenya. Jasa titip transfer belum tren waktu itu. Jika dengan Western Union, akan ada charge yang berbeda-beda sesuai dengan total transfer. Saya sudah mempertimbangkan charge tersebut dan sudah dimasukkan dalam komponen biaya. Cukup pergi ke kantor pos, isi aplikasi transfer Western Union, tak seberapa lama dipanggil untuk dikasih kode angka (saya lupa namanya) yang nantinya bisa diinfokan ke suplier untuk mencairkan dana yang kita transfer.

Setelah saya info kode angka tersebut, suplier langsung memvalidasinya. Setelah tervalidasi, barang yang saya order pun disiapkan. Butuh 3-4 hari katanya. Saya order sekitar 12 pcs saja, ya sekitar 3 kg lah dengan nilai hampir 2 juta-an. Pada hari ke-5 suplier menginfo saya barang sudah siap dan sekarang sedang dalam proses pengiriman ke ekspedisi (EMS, red).

Setelah barang dikirim, saya diberi no resi. Saya agak tenang setelah resi tersebut berhasil di index di tracking EMS. Sekarang tinggal menunggu apakah barang yang dikirim sesuai dan apakah lolos dari pembayaran bea cukai.

Tiga minggu total waktu yang dibutuhkan sampai barang sampai di tempat saya. Jadi sekitar 16 hari-an lah jika dikurangi waktu suplier mempersiapkan barang. Tidak ada biaya bea cukai karena nilai total kurang dari 500 $. Dan akhirnya, barang saya buka dengan berdebar.

Jumlah barang yang dikirim sesuai dengan pesanan, kualitas ternyata sama dengan barang yang beredar di tanah abang/ mangga dua, tetapi sayang, ada 3 produk yang sedikit cacat. Dilema sekali lagi menghinggapi, senang sudah ketemu jalan, tetapi kalau cacat susah juga ngejualnya. Saya ambil sisi positifnya saja. Mungkin suplier sedang kurang teliti, toh jika order di suplier lokal pun kadang kena barang cacat juga susah sekali return-nya. Niat saya untuk kembali import pun menyeruak kembali, toh barang yang sedikit cacat itu pun ternyata sudah laku di toko. Memang kalau sudah demand lebih tinggi dari supply, mudah sekali menjualnya, walau ada cacat minor.

Saya pun repeat order kali ini via sales yang cewek saja, siapa tahu lebih teliti. Order kedua dengan pola yang sama, tetapi dengan jumlah 24 pc. Barang kali ini datang dalam tempo yang hampir sama dengan order pertama. Bedanya, akal-akalan harga total 500 $ gagal dan saya terkena bea cukai. Memang saya sudah feeling bakal kena sih, berat aja lebih dari 6 kg, dibuat harga segitu pasti ada kecurigaan. Dan benar saja, barang saya dibongkar dan dikenai tarif cukai 600-ribu an. Sepertiga keuntungan jika barang terjual pun melayang.

Berarti saya harus cari cara lain agar tidak terkena cukai. Apalagi dalam rencana ke depan akan order dalam jumlah lebih banyak. Saya coba tanyakan hal tersebut ke suplier, mereka ternyata banyak rekomendasi kargo yang murah jika order dalam jumlah banyak. Yang dimaksud order dalam jumlah banyak katanya adalah jika total order lebih dari 10 kg. Saya pun menghubungi satu persatu kargo yang direkom. Kargo tersebut kebanyakan berkantor di Jakarta, punya rekanan gudang di China, dan melayani door to door juga. Total tarifnya sangat jauh dibawah pos express, dan harga sudah termasuk custome clearence.

Selanjutnya saya pun membuat order dan kali ini dalam jumlah banyak tetapi dengan menggunakan kargo. Prosenya ternyata lebih cepat sampai dibanding pos ekpress, ya terpaut 2-3 hari lah, hanya jika sudah barang sampai di Jakarta, saya harus transfer total ongkos kirimnya (dari China ke JKT dan JKT ke toko saya di Jawa). Jika dihitung-hitung, biaya cost total dengan cara ini adalah sekitar Rp. 10.000 per gram.

Saya terus melakukan order, mungkin berjalan sekitar 1.5 tahuan-an sebelum akhirnya memutuskan berhenti import setelah suply dari Jakarta menjadi lancar dan harganya lebih murah jika dibanding import sendiri. Mengapa bisa lebih murah? karena ada importir besarnya yang ambil langsung di pabrik dalam kuantitas raksasa. Bisnis pakaian ini pun memasuki era baru.

Saya sebut era baru karena harganya sangat murah, jauh jika dibanding ketika dulu import sendiri. Imbasnya, produk banjir dan harga di pasaran pun ikut turun. Turunnya pun sampai menggerus pasar produk lokal. Harga produk lokal dan import semakin dekat, jika dulu bisa terpaut ratusan ribu, sekarang hanya berjarak puluhan ribu. Sudah pasti pelanggan lokal pun beralih ke produk yang lebih bagus dengan harga murah.

Jualan pakaian lokal pun jadi tidak laku, produksi tinggal menunggu waktu stop. Dan saat itulah terasa kalau mencintai produk tanah air hanya akan menjadi sekedar slogan jika kualitas dan harga masih kalah dengan produk import.

Jika dulu masih bisa dicegah pemerintah dengan bea cukai yang tinggi, pembatasan import tertentu, sekarang sudah tidak bisa lagi karena sudah menjadi pasar bebas.

Friday, 17 March 2017

Pengalaman Pertama Iklan di Instagram

Salah satu cara yang murah dan mudah untuk memasarkan produk kita adalah dengan memanfaatkan iklan di Instagram. Kecenderungan pengguna internet yang lebih senang melihat gambar terlebih dahulu sebelum isinya, membuat Instagram semakin digemari dan ramai. Imbasnya, iklan di Instagram pun menjadi  lebih efektif dan efisien.

Untuk bisa membuat iklan di Instagram, kita harus memiliki akun Instagram dan tersambung dengan facebook page kita. Setelah tersambung, kita posting gambar dan deskripsinya yang hendak diiklankan. Usahakan gambar semenarik mungkin, daya tarik Instagram kan memang di gambar.

Klik promote pada sudut kanan gambar, akan ada 2 pilihan: promosi dengan mengarahkan pengunjung ke 1) Situs Kita/ Visite your website atau 2) Alamat Kita/ Call or visit your business/ Google map. Pilih action dari pilihan diatas, tombol aksi ini hanya sebagai navigasi, intinya tetap merujuk kepada 2 pilihan itu. Oleh karena itu, siapkan terlebih dahulu website kita atau alamat toko kita di google map.

Setelah itu, isikan target audience, meliputi: Lokasi, intererest/minat, umur, dan jenis kelamin. Sebagai contoh misalnya: Lokasi di radius 50 mil dari toko kita, minat pada pakaian olahraga, pakaian sepakbola, pakaian futsal, etc bisa lebih dari satu, umur target 18 s.d 40 tahun, dan jenis kelamin laki-laki. Pemilihan target audience ini menjadi salah satu kunci utama efektifnya iklan Instagram kita. Jadi lakukan research dengan baik.

Tahap selanjutnya adalah merencanakan anggaran iklan. Perlu kita ketahui sebelumnya, beriklan di Instagram sekarang sudah sangat terjangkau. Anggaran minimal untuk bisa beriklan adalah Rp. 10.000/ hari dan bisa kita atur berapa lama iklan akan tayang. Misalnya, jika kita ingin iklan tayang 3 hari dengan anggaran per hari Rp. 10.000, maka biaya iklan kita menjadi Rp. 30.000,-

Metode pembayaran iklan juga sangat mudah, bisa menggunakan kartu debet atau kredit. Untuk kartu debet, tagihan akan langsung diminta sebelum iklan tayang. Sedang, dengan kartu kredit, tagihan baru akan muncul setiap akhir bulan atau jika tagihan sudah mencapai Rp. 324.000. Dengan kartu kredit, iklan akan tayang terlebih dahulu dan baru akan ditagihkan kemudian. Jika kita ingin mengatur pilihan tagihan, misal ingin menurunkan/menaikkan ambang batas penagihan, bisa langsung ke halaman penagihan di facebook.

Bairpun kita beriklan di Instagram, pada dasarnya pengelolaan tetap di halaman facebook. Iklan Instagram merupakan bagian dari iklan facebook, oleh karena itu mengapa pada bagian awal akun Instagram dijelaskan harus tersambung dengan halaman facebook (facebook page).

Setelah semua item sudah terisi dan sudah sesuai, maka iklan siap diterbitkan. Perlu kita ketahui, semua iklan sebelum terbit akan ditinjau terlebih dahulu oleh Instagram. Tidak semua iklan akan lolos untuk terbit. Durasi persetujuan akan bergantung kepada tim analis sendiri.

Sebagai contoh, saya mencoba beriklan untuk pertama kali di Instagram. Saya menarget visit your business/ lokasi toko saya dengan anggaran Rp. 10.000,- selama 3 hari. Audience yang ditarget adalah Laki-laki dan Perempuan umur 18 s.d 45 tahun, dengan minat pada pakaian olahraga, lokasi berjarak 50 mil dari toko. Saya menggunakan metode pembayaran kartu kredit. Selang 2 menit iklan saya requesh, Instagram sudah menerbitkannya.

Iklan tersebut tidak nampak di posting Instagram kita, tetapi akan tayang dan jika ada yang tekan tombol like akan ada notofikasinya. Berikut ini hasil iklan saya setelah 3 hari terbit: (gambar tanpa iklan sebagai pembanding)


Tanpa Iklan
Tanpa Iklan
Ini adalah gambar keterangan dari posting gambar yang tanpa diiklankan, saya menerbitkannya pada 10 Maret 2017.

Hasilnya pada 18 Maret 2017 adalah: ada 2 yang likes, 1 yang memberikan komentar, Impressions (dilihat) sebanyak 177, dengan React (akun unik yang melihat) sebanyak 133 dan Engagement (akun unik yang likes and comments) sebanyak 3.

Setelah beriklan selama 3 hari, berikut hasilnya:


Setelah beriklan
Setelah beriklan
Setelah beriklan

Hasilnya: iklan dilihat 18.200 kali dengan klik ke alamat bisnis/ toko sebanyak 10, dan 152 orang yang suka.

Bagaimana dengan hasilnya di lapangan? Dalam kurun waktu saya beriklan ada 1 produk yang terjual. Belum meledakkan penjualan sih, tetapi setidaknya toko saya semakin dikenal. Mungkin saja mereka yang sudah likes suatu saat akan berkunjung ke toko. Semoga.

Thursday, 16 March 2017

Buat Neraca Bisnis Secara Sederhana

Bisnis sekecil apapun harus dibuatkan neracanya. Neraca buat saya laksana peta navigasi bagi pilot. Tanpa neraca, perencanaan menjadi tidak fokus, pengeluaran tidak terkontrol, sehingga bisnis menjadi tidak efisien.

Membuat neraca sederhana tidaklah sulit, jika bisnis kita masih kecil, belum menggunakan karyawan, punya 1-2 karyawan, akan semakin mudah membuatnya. Bahkan, walaupun keuangan masih belum bisa dipisahkan antara uang bisnis dan uang rumah tangga.

Salah satu pembuatan Neraca Bisnis adalah dengan menggunakan Microsoft Exel. Secara sederhana akan ada:
- Buku Stock
- Arus Kas
- Neraca Umum
- Neraca Laba/Rugi

Buku Stock
Catat semua stock barang yang Anda punya secara lengkap: Nama barang, jumlah, Harga Pokok Penjualan (HPP). Kemudian total nilainya dan hasilnya nanti dipindahkan (dihubungkan) ke Neraca umum.

Arus Kas
Jika ada barang yang terjual, catat pada arus kas. Beri keterangan nama barang yang terjual, harga jual, harga hpp, dan selisihnya (disebut untung/rugi kotor).

Neraca Umum
Neraca umum terdiri dari 2 lajur, activa dan pasiva. Yang termasuk activa adalah aset lancar dan aset tidak lancar. Pasiva berbetuk liabilitas (utang) dan Modal. Aset lancar adalah segala sesuatu yang dalam tempo dekat bisa kita cairkan, misalkan: Uang tunai, Uang di Bank, Emas, Stok barang. Sedang, Aset tidak lancar adalah kebalikannya, tidak bisa dicairkan dalam waktu dekat, misalnya: sepeda motor, rumah, barang inventaris, sewa ruko dibayar di muka. Neraca selalu mempunyai hasil akhir yang sama di dua sisi. Total activa adalah sama dengan total pasiva.

Neraca Laba/Rugi
Terdiri dari 2 kategori: Pendapatan dan Biaya/Beban. Pendapatan berarti uang yang masuk ke kas, sedang Biaya/Beban kebalikannya, uang yang keluar dari kas. Jika selisih antara Pendapatan dan Beban positif, berarti Laba (laba bersih), sedang jika minus, berarti Rugi (rugi bersih).

Penjelasan pembuatan neraca bisnis pastinya lebih jelas jika dengan menggunakan contoh dan gambar. Nanti akan di sambung pada kesempatan mendatang.

Nikmatnya Dropships dengan Kartu Kredit

Ada banyak cara berbinis dalam era digital saat ini. Kita bisa memilih sesuai dengan keinginan dan kemampuan kita. Salah satu cara termudah dan termudah adalah dengan menjadi dropshipers. Dan, lebih nikmat lagi pakai Kartu Kredit sebagai alat bayarnya.

Buat yang belum tahu apa itu dropshipers? Dropshipers adalah seseorang yang melakukan dropships dalam berbisnis. Bagaimana pengertian dropships? perhatikan ulasan di bawah ini:

Cara kerja dropships
Untuk lebih mudahnya saya akan membuat contoh yang saya ambil dari pengalaman menjadi dropshipers. Saya mengenal suplier pakaian Anak di Jakarta, sedang posisi saya adalah di Jogja. Saya mengenal dengan baik karena suplier tersebut sering mengirim barang pesanan saya untuk stok di toko. Pendek kata, suplier sudah terpercaya, barangnya sesuai yang ditawarkan, dan prosesnya cepat.

Saya tidak hanya menjual pakaian Anak di toko, tetapi juga secara online. Saya membuat blog, aktif di Instagram, Facebook, Twitter, Line, WA, BBM, dan lain-lain. Karena itu, pembeli saya tidak hanya dari dalam kota, tetapi juga luar kota di seluruh Indonesia.

Suatu waktu, ada pembeli dari luar kota (Bogor), yang hendak order pakaian anak secara online melalui WA, waktu itu pelanggan melihatnya melalui blog yang saya buat. Pelanggan order sejumlah barang yang dilihat di blog, tetapi kendalanya adalah stok di toko tidak cukup. Pelanggan hendak order 5 pc, sedang saya tinggal 2 pc.

Berhubung saya kenal suplier pakaian anak dan saya lihat info terakhir stok suplier tersebut masih banyak, maka saya meniatkan untuk dropships saja seandainya pelanggan jadi membeli. Saya langsung hubungi suplier, dan ternyata semua pesanan pelanggan ada.

Saya berbicara kepada pelanggan bahwa barang pesanan ada semua, saya tawarkan gratis ongkir agar terlihat lebih menarik. Pelanggan akhirnya setuju dan melakukan proses transfer ke rekening bank saya. Uang sudah dipegang, sekarang tinggal order barang yang dipesan pelanggan ke suplier dan meminta suplier langsung mengirim ke pelanggan dengan menyantumkan nama saya dan nomer telepon sebagai pengirim (nama suplier sama sekali tidak disebut/dituliskan dalam paket kiriman).

Order via Shopee agar Free Ongkir dan surcharge Kartu Kredit Rp. 0,-
Suplier saya kebetulan juga aktif di marketplace, selain di Bukalapak, Tokpedia, juga ada Shopee. Berhubung sekarang (saat tulisan ini dibuat) yang masih gratis ongkir dan surcharge kartu kredit Rp. 0,- hanya di Shopee, maka saya order via Shopee saja. Saya chat via Shopee ke suplier dan tawar harga terlebih dahulu (saya pelanggan rutin, jadi boleh nawar harga), setelah harga disetujui, saya langsung check out dan tidak lupa kasih keterangan dikirim secara dropships dengan mencantumkan nama dan nomer telepon saya sebagai pengirimnya. Kelar check out saya langsung membayar via kartu kredit dengan pengaman OTP nya. OTP atau one time passwors dikirimkan ke handphone kita dan baru akan diproses setelah kita input 6 digit passwords tersebut saat pembayaran.

Pembayaran sudah dilakukan, sekarang tinggal tunggu suplier mengirim pesanan dan input no resi di Shopee. Biasanya suplier akan input 1x24 jam atau paling lama 2x24 jam. Kita beri pengertian ke pelanggan terlebih dahulu bahwa info no resi akan diberikan setelah 1x24 jam untuk amannya. Setelah resi diinput, kita bisa info no resi ke pelanggan.  Selang 2 hari, pelanggan WA saya memberikan informasi barang sudah diterima dan sesuai dengan yang ditawarkan, Pelanggan puas, Dropships done.

Penggunaan kartu kredit dalam proses dropships sangat memudahkan dan bermanfaat. Mudah karena prosesnya cepat dan aman. Bermanfaat karena kita tidak perlu keluar uang terlebih dahulu untuk bisa order, bahkan dalam kasus dropships justru uang pelanggan sudah masuk ke rekening kita. Uang bisa diputar untuk yang lainnya. Yang paling penting, saat tagihan datang nantinya dibayar lunas, tidak ada kompromi jika tidak ingin terjebak bunga kartu kredit.

Buat Anda yang tertarik dengan bisnis ala Dropshipers, silahkan mencoba, yang terpenting sebelumnya adalah cari terlebih dahulu suplier yang baik, terpercaya, amanah, respon cepat. Jangan selalu berpatok pada harga yang murah, harga murah tidak diimbangi pelayanan yang baik = konsumen lari. Bangun reputasi yang baik.

Good Luck

Lama Return Shopee ke Limit Kartu Kredit

Salah satu hal yang kadang tidak bisa dihindari dalam belanja melalui marketplace adalah proses return. Return bisa terjadi karena seller kehabisan stok, barang yang dikirim salah, cacat, atau sebab lain.

Proses return dalam bentuk dana dikembalikan oleh marketplace sesuai dengan cara kita membayar sewaktu membuat order. Jika dengan metode transfer, dana akan dikembalikan ke rekening kita. Sedang, jika menggunakan kartu kredit, dana akan dikembalikan ke limit kartu kredit kita.

Lama proses return biasanya 1-2 hari jika menggunakan rekening, sedang jika menggunakan kartu kredit butuh 2 tahap, yaitu: 1-2 hari return dana marketplace ke bank penerbit kartu kredit, dan 7-14 hari kerja dari bank penerbit ke limit kartu kredit kita. Setidaknya seperti itulah kebanyakan keterangan term of service dari marketplace.

Bagaimana praktek di lapangannya, berikut ini saya ceritakan pengalaman saya berbelanja online via marketplace Shopee dengan menggunakan kartu kredit Mastercard Skyz Bank Mandiri.

Tanggal 10 Maret 2017
Saya memesan beberapa item produk melalui Shopee senilai Rp. 364.999,00 free ongkir.

Tanggal 12 Maret 2017
Barang saya terima melalui kurir JNE dan langsung saya cek. Ternyata ada 1 barang yang dikirim tidak sesuai dengan spesifikasi. Saya langsung hubungi seller dan requesh return. Karena sudah langganan, seller menyetujui permintaan return saya dengan ketentuan biaya return saya yang menanggung.

Tanggal 13 Maret 2017
Saya return ke alamat seller via kurir Wahana.

Tanggal 14 Maret 2017
Seller menanyakan apakah barang sudah saya kirim. Saya langsung upload bukti resi Wahana dan menjelaskan barang sudah saya kirim kemarin (13 Maret 2017). Berhubung seller sudah menjadi langganan, maka persetujuan return barang di-approve saat itu juga tanpa menunggu barang sampai terlebih dahulu. Bisnis ini kalau sudah saling percaya memang mudah prosesnya.

Tanggal 15 Maret 2017
Muncul notifikasi dari Shopee yang berbunyi seperti ini: "Kami telah mengajukan pengembalian dana sebesar Rp. xxx,- kepada pihak bank. Mohon menunggu 7-14 hari kerja sampai pengembalian masuk ke kartu kredit Anda."

Tanggal 16 Maret 2017
Saya membuka internet banking Mandiri dan mengecek informasi kartu kredit. Hasilnya, limit kartu kredit belum bertambah, return dana ke limit belum terjadi.

Tanggal 17 Maret 2017
Saya membuka internet banking Mandiri dan mengecek informasi kartu kredit. Hasilnya, limit kartu kredit sudah bertambah.

Kesimpulan
Proses pengembalian dana Kartu Kredit Mandiri melalui Shopee melalui 3 tahap. Yaitu:

  1. Tahap pertama adalah persetujuan seller untuk approve permintaan return kita. Biasanya seller akan approve setelah barang yang direturn sudah diterima balik, atau dalam kondisi tertentu (karena sudah langganan dan saling percaya seperti kasus saya) sudah approve sebelum barang diterima.
  2. Tahap kedua, setelah seller approve, Shopee membutuhkan waktu 1-2 hari untuk mengembalikan dana ke bank penerbit. Dalam kasus saya, satu hari sudah diproses.
  3. Tahap ketiga, setelah Shopee mengembalikan dana, bank penerbit butuh waktu secara prosedural 7-14 hari kerja untuk mengembalikan dana ke limit kartu kredit kita. Dalam kasus saya dengan menggunakan kartu Skyz Mandiri cukup 2 hari kerja.

Demikian, semoga bermanfaat.

Saturday, 11 March 2017

Menentukan Harga Jual Produk

Salah satu tahap yang sangat penting dalam bisnis adalah menentukan harga jual produk. Ada banyak review pastinya tentang hal ini di internet, saya hanya ingin menambahkannya menurut versi saya yang berlatar belakang sebagai pedagang retail toko pakaian/sepatu.

Secara umum, agar bisnis diterima pelanggan dengan baik harus memperhatikan 3 hal: Pelayanan yang baik, produk berkualitas, dan harga yang bersaing. Jika ketiga hal tersebut tetap kita jaga, bisnis niscaya akan bertahan dan berkembang.

Pelayanan yang baik bisa diterjemahkan dengan selalu ramah dan informatif kepada pelanggan, berusaha memberikan solusi dari setiap permintaan pelanggan, tempat usaha yang nyaman, tata letak/ setting toko yang menarik etc yang tentunya situasional berdasarkan jenis bisnis yang ditekuni.

Produk yang berkualitas akan membuat pelanggan setia untuk berbelanja lagi. Selalu beri pelanggan dengan produk yang baik, jangan diberi barang 'cacat', dan kalaupun terpaksa menawarkan barang yang sedikit cacat, berikan informasi tersebut kepada pelanggan, mungkin saja pelanggan masih mau walau kita juga berkonsekwensi memotong harga.

Harga yang bersaing pada akhirnya menjadi kunci dari bisnis kita. Yang dimaksud dengan harga yang bersaing menurut saya adalah penentuan harga jual produk yang dipandang pelanggan sebagai harga wajar, tidak dipandang termurah, apalagi termahal, dan dengan harga tersebut bisnis kita tetap bertahan, bahkan menjadi berkembang.