Showing posts with label Kartu Kredit. Show all posts
Showing posts with label Kartu Kredit. Show all posts

Friday, 7 April 2017

Tidak nyaman, Mandiri Protection tiba-tiba muncul di tagihan

Ada yang janggal ketika saya mengecek tagihan kartu kredit via internet banking pagi itu (2 April 2017, red). Tanggal cetak kartu kredit saya adalah setiap tanggal 1, dan biasanya baru bisa terlihat pada tanggal 2. Yang saya lihat janggal adalah: jumlah total tagihan (disebut outstanding ballance) tidak sesuai dengan catatan saya. Saya rajin mencatat setiap penggunaan kartu kredit, tapi kali ini kok totalnya beda.

Saya menghitung ada perbedaan sekitar Rp. 21.736 lebih besar daripada catatan. Saya kembali mengecek penggunaan kartu kredit, mungkin ada catatan yang terlewat. Dua sampai tiga kali saya terus mengcrosscek, tetapi tidak menemui adanya kesalahan di catatan.

Saya sebenarnya bisa menunggu sampai tagihan kartu kredit dikirim via email 3-4 hari lagi untuk memastikan dimana letak penyebab adanya selisih tersebut, tetapi rasa penasaran saya lebih besar daripada kesabaran.

Jumlah Rp. 21.736 ternyata adalah sebesar 0.55% dari total tagihan di catatan. Angka persen yang sangat familiar buat saya sebagai cardholder kartu kredit mandiri. Betul.. 0.55% pasti dari asuransi kartu kredit Bank Mandiri yang bernama Mandiri Protection atau ManPro. Permasalahannya, saya merasa tidak pernah apply aplikasi ini dan seingat saya tidak pernah menyetujui jika ada telemarketing yang menawarkannya.

Untuk memastikan dan kemudian meminta koreksinya, saya langsung menanyakan hal tersebut di official twitter @mandiricard seperti biasa jika ada kejanggalan.

Saya: "Selamat pagi, saya mau tanya, kok tagihan kartu kredit saya berbeda dengan jumlah pemakaian ya, ada kelebihan sekitar Rp. 21.736 (sekitar 0.55% dari total pemakaian saya bulan kemarin). Sebagai info, saya tidak pernah apply mandiri protection. Saya belum terima tagihan via emailnya, tapi bisa saya cek di tagihannya di internet banking dan ada ketidakpahaman seperti di atas, terima kasih."

@mandiricard: "Selamat pagi Pak, mohon ditunggu ya kami bantu pengecekannya."
@mandiricard: "Berdasarkan pembicaraan Bpk dgn staf kami tgl 11 Maret 2017 Bpk setuju dgn asuransi mandiri protection saat ditawarkan oleh staf kami, mohon konfirmasinya ya Pak? Tks ~Name"

Berhubung saya merasa tidak pernah menyetujui, saya pun membalas pesan tersebut:

Saya: "Saya tidak pernah menyetujui, yang saya ingat setelah telemarketing memperkenalkan diri dan menawarkan produk, telpon saya diamkan dan saya tidak menjawab sama sekali sampai akhirnya sambungan terputus. Silahkan saja cek rekamannya".

@mandiricard: "Baik Pak, mohon konfirmasinya apakah asuransi mandiri protectionnya ingin dibatalkan? Tks ~ Name"

Saya: "Saya ngak apply kok, tagihan yang muncul sekarang bagaimana?"

@mandiricard: "Berdasarkan data kami di kedua kartu Bpk sudah terdaftar asuransi mandiri protection. Apakah ingin dibatalkan di kedua kartunya? Tks"
@mandiricard: "Utk tagihan yg muncul tgl cetak 1/04 akan kami bantu ajukan koreksinya. Tks ~ Name"

Saya: "Tolong dibatalkan semua mandiri protection yang tanpa persetujuan dari kami tersebut. Tagihan yang muncul sekarang tolong dibantu koreksinya. terima kasih."

@Mandiricard: "Baik utk pembatalan & pengajuan koreksi tagihan kami bantu proses di hari & jam kerja. Tks ~ Name"

Sekarang tinggal menunggu proses pembatalan dan koreksi yang dijanjikan akan dilakukan di jam kerja. Tagihan asuransi manpro ini sebenarnya kecil, tetapi saya merasa tidak pernah apply/ tidak pernah setuju. Jadi sekecil apapun tetap tidak terasa nyaman, bukan hak ya jangan dipaksakan. Dengan limit kartu kredit yang masih 1 digit, saya merasa belum ada manfaatnya menggunakan manpro, beda soal kalau limit dah di atas 50 juta, untuk perlindungan okelah.

Esoknya, tanggal 3 April 2017 sore, saya kembali menanyakan perkembangan keluhan saya, oleh @mandiricard disuruh menunggu karena sudah proses.

Tanggal 5 April 2017, saya mendapatkan tagihan kartu kredit yang dikirim via email (e-statement), tagihan mandiri protection muncul di tagihan.

Mandiri Protection muncul di tagihan
Mandiri Protection muncul di tagihan
Tanggal 6 April 2017, saya membayar lunas tagihan kartu kredit, tentu termasuk didalamnya tagihan mandiri protection. Saya menggunakan kartu kredit ini untuk bisnis, jadi hanya sebagai pengganti uang tunai saja. Begitu tagihan via email keluar, biasanya langsung saya bayar lunas.

Tanggal 8 April 2017 pagi, saya cek di internet banking nampak ada yang berbeda. Sudah ada koreksi dari tagihan kartu kredit dengan bertambahnya limit kartu kredit sejumlah Rp. 21.736. Tagihan mandiri protection di bulan Maret telah dikoreksi dan dikembalikan ke limit kartu kredit saya. Case close, berakhir dengan happy ending.

Koreksi tagihan kartu kredit

Sedikit saran buat Anda yang mengalami nasib seperti saya, tidak merasa menyetujuai mandiri protection akan tetapi muncul di tagihan, ada baiknya tetap positif thinking dan komplain secara prosedual dan runtut seperti saya. Semua permasalahan bisa diselesaikan dengan baik-baik.








Tuesday, 4 April 2017

Bedah Tagihan Kartu Kredit

Buat Anda yang baru mempunyai kartu kredit, pasti penasaran dengan bagaimana format tagihan kartu kredit yang nantinya bakal ditagihkan. Uraian berikut ini semoga bisa memberi manfaat dan mengobati rasa penasaran Anda.

Tagihan kartu kredit dikirim secara fisik melalui kurir, atau via email. Buat Anda yang masih kesulitan mengakses internet, metode pengiriman fisik adalah pilihan yang terbaik. Hanya, Anda akan dikenakan biaya cetak sebesar Rp. 10.000 dan ketepatan waktu pengiriman akan sangat bergantung dengan kinerja kurir.

Sebaliknya, jika akses internet Ada, pilihan kiriman tagihan kartu kredit via email adalah pilihan yang terbaik. Selain gratis, tanpa biaya cetak, pengiriman juga tepat waktu. Tagihan kartu kredit (baik secara fisik maupun email) biasanya dikirim 2-3 hari setelah tanggal cetak.

Ada banyak sekali istilah dalam tagihan kartu kredit, diantaranya adalah: Tanggal cetak, Tanggal Jatuh Tempo, Tagihan Baru, Pemabayaran Minimum, Kualitas Kredit, etc. Untuk lebih jelasnya mari kita bedah satu persatu dengan menggunakan sample (kami gunakan tagihan kartu kredit mandiri).

Tagihan Kartu Kredit Bank Mandiri
Tagihan Kartu Kredit

Tagihan Kartu Kredit

Pada bagian paling atas kita lihat ada kop Bank Mandiri di kanan atas dan Tujuan penagihan (nama dan alamat lengkap kita sebagai pihak tertagih). Selanjutnya, tepat dibawahnya berderet Nomer Kartu, Tagihan Baru, dan Pembayaran Minimum. Tagihan baru berarti jumlah total tagihan kartu kredit (Rp. 3.973.781), kita bisa membayar sejumlah total ini jika tidak ingin dikenai bunga. Sebagai alternatif, bisa juga dilakukan pembayaran minimum (Rp. 397.380). Sangat menarik sekali opsi pembayaran minimum, tetapi sebaiknya jangan dilakukan karena tagihan yang tersisa bakal dikenakan bunga. Jika belum bisa bayar lunas, bayarlah sesuai kemampuan dan usahakan di atas pembayaran minimum.

Dideretan kanan sebelah pembayaran minimum, terlihat kolom tanggal cetak dan tanggal jatuh tempo. Tanggal cetak berarti tanggal tagihan dicetak (1 April 2017). Sebagai info, kami mendapatkan penagihan via email pada tanggal 5 April 2017. Tagihan jatuh tempo berarti batas waktu tagihan kartu kredit harus dibayarkan agar tidak terkena denda/ bunga. Tanggal jatuh tempo kami adalah 21 April 2017 atau 20 hari sejak tanggal cetak. Sebagai saran, ada baiknya tagihan kartu kredit paling lambat kita bayar 3 hari sebelum tanggal jatuh tempo untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi jika kita membayar dari bank yang berbeda dengan kartu kredit yang kita pegang.

Kolom selanjutnya adalah deskripsi dari penggunaan kartu kredit kita. Memuat: Tanggal transaksi, tanggal pembukuan, keterangan/ tempat belanja, dan jumlahnya. Pastikan mencocokkan satu persatu transaksi yang ditagihkan dengan catatan Anda. Jika ada perbedaan, langsung komplain dengan menghubungi call center atau via official sosial media dari penerbit kartu kredit Anda masing-masing. Pada bagian sub total terlihat jumlah total penggunaan kartu kredit yang nilainya harus sama dengan tagihan baru pada kolom yang di atas tadi.

Bagian terakhir dari tagihan kartu kredit adalah kolom terbawah yang memuat resume kita sebagai pemegang kartu. Memuat: pagu kredit, total pagu kredit, sisa pagu kredit, total sisa pagu kredit, kualitas kredit, batas penarikan tunai, fiesta point, bunga pembelanjaan, dan bunga tarik tunai.



Friday, 24 March 2017

Tiket Gratis Mandiri Jogja Marathon 2017

Banyak sekali benefit dari penggunaan kartu kredit. Jika kita termasuk kategori nasabah yang loyal, penggunaan kartu kredit tinggi yang diimbangi dengan kepatuhan dalam membayar (status collect 1/ lancar), kita akan mendapat banyak fasilitas/ kemudahan.

Sebagai contoh adalah dengan apa yang baru saya alami hari ini. Sekitar pagi pukul 08.17 WIB, saya mendapat sms promosi dari Mandiri Card. Kali ini promosi agak berbeda, sebuah penawaran tiket gratis even Mandiri Jogja Marathon 2017. Kurang lebihnya sms nya berbunyi:
"Selamat! Anda mendapatkan tiket Mandiri Jogja Marathon Gratis* Daftarkan diri Anda ke mandirikartukredit.jogmar@gmail.com sblm 28Mar'17. S&K berlaku. Hub 14000."
Ada kata Gratis, tapi ada juga S&K (syarat dan ketentuan) berlaku. Karena sms ini official dari Mandiricard, saya yakin bukan penipuan, maka untuk meyakinkannya saya cross cek. Saya coba tanyakan ke cs via twitter @mandiricard, bukan di 14000. Via twitter toh juga official kan, selain respon cepat juga cuma biaya internet saja.

Sayangnya, jawaban dari cs di twitter tidak memuaskan. sepertinya tidak menguasai masalah, cs kan juga manusia. Saya mendapat balasan:
"Dear Pak, mohon maaf untuk perihal tersebut syarat dan ketentuan berlaku ya, berikut kami infokan ya,
• Free tiket Jogja Marathon untuk minimum transaksi Rp. 1 Juta 
•  Diskon 20% untuk normal items dan add discount 10%  untuk discounted items untuk produk 
brooks. 
•  Berlaku hanya untuk store RUNNERid fx Sudirman danPlanet Sports PIM 1 
•  Berlaku hanya untuk pemegang Mandiri Kartu Kredit.
a)  Pembelian menggunakan Mandiri kartu kredit. 
b)  Pembelian tiket di RUNNERid FX Sudirman dan PIM 1 
c)  Hanya utnuk pemegang Mandiri Kartu Kredit
d)  Kategori tiket sesuai dengan ketersediaan di store. Tks ~ Nama CS"
Saya tidak puas dengan jawaban cs di twitter, di sms sepertinya tiket gratis dan mungkin hanya dikirim ke nasabah terpilih, jadi harusnya syarat dan ketentuan tidak perlu seperti itu.

Karena tidak puas, saya mencoba cari jalan lain. Saya hubungi saja via email mandirikartukredit.jogmar@gmail.com dan menanyakan hal yang sama seperti di atas. Saya pertama sebenarnya agak ragu ya dengan akun email itu, soalnya bukan pakai akun berbayar, tapi gratisan di gmail. Satu-satunya pertimbangan yang akhirnya menyingsihkan keraguan adalah bahwa info ini saya dapat dari sms Mandiricard yang pasti official.

Cukup cepat email saya dibalas, saya diberi info: "trimakasih pak atas konfirmasinya, bapak terpilih untuk mendapatkan tiket mandiri jogja marathon 10 K gratis  apakah bapak berminat? jika berminat kami akan mengirimkan kode voucher tiketnya."

Langsung saya balas berminat dan voucher tiketnya pun dikirim via email.

Mandiri Jogja Marathon
Mandiri Jogja Marathon
Mandiri Jogja Marathon sendiri akan berlangsung Minggu 23 April 2017 berlokasi di Taman Wisata Candi Prambanan. Ada 4 kategori lomba: Full Marathon (42 km), half Marathon (21 km), 10k, dan 5k. Harga tiket normal (non-promo) untuk Full 500rb, half 350rb, 10km 200rb, dan 5km 150rb.

Tadinya saya ngarep milih yang 5km saja, soalnya jika memang tiket dapat gratis, saya mau manfaatkan untuk refreshing saja, kan lumayan lari-lari pagi di kawasan wisata, lagian saya tidak kuat kalau lari-lari jauh. Berhubung voucher hanya berlaku untuk kategori 10km, ya sudah saya manfaatkan saja tetapi tetap dengan tujuan awal 'untuk refreshing saja'.

Saya segera mendaftarkan diri ke situs mandirijogjamarathon.com, tidak lupa input kode voucher, dan benar saja status terverikasi dan free alias Rp. 0. Mantap.. kalau begini kerasa banget ya benefit punya kartu kredit. Berikut ini screen shoot-nya

Checkout

Checkout

Bukti pembayaran



Sekarang tinggal mengikuti schedule pengambilan race pack dan menunggu hari H Mandiri Jogja Marathon. Terima Kasih Mandiricard.

Saturday, 18 March 2017

Transaksi Pertama dengan Kartu Kredit

Pengalaman pertama dalam bentuk apapun selalu memberikan kesan. Tak terkecuali dengan pengalaman pertama bertransaksi dengan menggunakan kartu kredit. Sekian tahun lamanya selalu bayar dengan uang tunai, mulai sekarang mulai membiasakan diri bertransaksi secara non tunai.

Bertransaksi dengan kartu kredit pada dasarnya sama saja dengan cash/ tunai, hanya prosesnya lebih praktis, tidak perlu membawa uang tunai, dan tagihan baru muncul di kemudian hari. Yang terpenting buat saya, kartu kredit hanyalah sebagai pengganti uang tunai, bukannya kartu untuk berhutang.

Kartu kredit pertama saya gunakan untuk berbelanja online. Sesaat setelah kartu diterima dan sudah saya aktifkan, saya langsung menggunakannya. Saya cari barang yang memang menjadi kebutuhan, dari sekian seller dicari yang menawarkan barang bagus dengan harga bersaing, dan tentunya yang surcharge nya Rp. 0,- plus gratis ongkos kirim. Setelah memilih-milih, akhirnya ceck out dan ke pembayaran.

Proses pembayaran sangat mudah dan kesannya biasa saja, mungkin karena saya sudah terbiasa berbelanja online dengan menggunakan pembayaran via internet banking. Jika biasanya dengan internet banking menggunakan metode transfer dengan token, maka transaksi dengan kartu kredit adalah dengan menggunakan OTP (one time passwords) yang dikirim via handphone. Sekali passwords diinput, dalam sekian detik pembayaran langsung tervalidasi. Proses pembayaran dengan kartu kredit validasinya adalah yang tercepat menurut saya jika dibandingkan dengan metode pembayaran lainnya.

Kartu kredit juga sering saya gunakan untuk berbelanja secara offline di merchants. Pengalaman pertama adalah di sebuah supermarket untuk pembelian kebutuhan sehari-hari, semisal: sabun mandi, pasta gigi, makanan ringan, Mie instant, Susu, etc. Kesan yang berbeda saya rasakan ketika berbelanja secara langsung di supermarket tersebut. Kesan praktis, modern, dan ekslusif cukup terasa.

Walau relatif mudah sekarang mendapat kartu kredit, masih banyak loh yang apply-nya ditolak bank. Jadi berbanggalah bagi pemegang kartu kredit karena bank sudah percaya Anda. Yang terpenting gunakan secara bijak.

Pengalaman berbelanja di supermarket tersebut akhirnya membawa pola baru dalam berbelanja kebutuhan sehari-hari. Jika sebelumnya biasa berbelanja secara acak, pengalaman berbelanja dengan kartu kredit membuat saya punya jadwal belanja bulanan. Dengan belanja bulanan, ternyata jika dihitung-hitung jauh lebih hemat, lebih terencana, dan laporan keuangannya lebih mudah terbaca.






Friday, 17 March 2017

Bayar Tagihan Kartu Kredit Sebelum Tanggal Cetak

Secara prosedural, tagihan kartu kredit bisanya dibayar setelah tagihan muncul (tanggal cetak) dan dikirimkan ke pemegang kartu (cardholders). Pada lembar tagihan tercantum jumlah tagihan dan tanggal tempo pembayaran. Selanjutnya, cardholders bisa membayar full atau pembayaran minimum sebelum tanggal jatuh tempo agar terhindar dari denda.

Tetapi, bagaimana jika kita ingin membayar tagihan yang muncul, biasa disebut dengan outstandding ballance, sebelum tagihan dicetak? Ada banyak sebab tentunya kenapa kita terpaksa melakukan itu, misalnya karena limit yang ada sekarang tinggal sedikit, sedang kita sedang butuh tiket pesawat secara mendadak. Sayangnya tiket pesawat hanya mendapat discount jika menggunakan kartu kredit, jadi sayang kan kalau menggunakan dana tunai di rekening, gak dapat discount. Membayar tagihan kartu kredit sebelum tanggal cetak akhirnya menjadi sebuah opsi.

Apakah opsi tersebut dibolehkan oleh bank? Saya mencoba menanyakan hal tersebut ke cs bank dan jawabannya adalah:
Selamat siang Bapak, dapat kami informasikan kepada Bapak untuk perihal tersebut bisa ya Pak. Namun dapat kami sarankan kepada Bapak agar melakukan pembayaran tagihan setelah tanggal cetak (tidak melewati tanggal jatuh tempo) dan membayarkan tagihan kartu kredit Mandiri Bapak sesuai dengan nominal yang tertera pada lembar tagihan kartu kredit Mandiri Bapak. Tks ~ Name
 Dalam hal ini saya menanyakan ke cs Bank Mandiri. Sangat jelas bukan jawabannya.

Kesimpulan:
Bayar tagihan kartu kredit sebelum tanggal cetak adalah bisa, tetapi tidak disarankan oleh bank.

Thursday, 16 March 2017

Nikmatnya Dropships dengan Kartu Kredit

Ada banyak cara berbinis dalam era digital saat ini. Kita bisa memilih sesuai dengan keinginan dan kemampuan kita. Salah satu cara termudah dan termudah adalah dengan menjadi dropshipers. Dan, lebih nikmat lagi pakai Kartu Kredit sebagai alat bayarnya.

Buat yang belum tahu apa itu dropshipers? Dropshipers adalah seseorang yang melakukan dropships dalam berbisnis. Bagaimana pengertian dropships? perhatikan ulasan di bawah ini:

Cara kerja dropships
Untuk lebih mudahnya saya akan membuat contoh yang saya ambil dari pengalaman menjadi dropshipers. Saya mengenal suplier pakaian Anak di Jakarta, sedang posisi saya adalah di Jogja. Saya mengenal dengan baik karena suplier tersebut sering mengirim barang pesanan saya untuk stok di toko. Pendek kata, suplier sudah terpercaya, barangnya sesuai yang ditawarkan, dan prosesnya cepat.

Saya tidak hanya menjual pakaian Anak di toko, tetapi juga secara online. Saya membuat blog, aktif di Instagram, Facebook, Twitter, Line, WA, BBM, dan lain-lain. Karena itu, pembeli saya tidak hanya dari dalam kota, tetapi juga luar kota di seluruh Indonesia.

Suatu waktu, ada pembeli dari luar kota (Bogor), yang hendak order pakaian anak secara online melalui WA, waktu itu pelanggan melihatnya melalui blog yang saya buat. Pelanggan order sejumlah barang yang dilihat di blog, tetapi kendalanya adalah stok di toko tidak cukup. Pelanggan hendak order 5 pc, sedang saya tinggal 2 pc.

Berhubung saya kenal suplier pakaian anak dan saya lihat info terakhir stok suplier tersebut masih banyak, maka saya meniatkan untuk dropships saja seandainya pelanggan jadi membeli. Saya langsung hubungi suplier, dan ternyata semua pesanan pelanggan ada.

Saya berbicara kepada pelanggan bahwa barang pesanan ada semua, saya tawarkan gratis ongkir agar terlihat lebih menarik. Pelanggan akhirnya setuju dan melakukan proses transfer ke rekening bank saya. Uang sudah dipegang, sekarang tinggal order barang yang dipesan pelanggan ke suplier dan meminta suplier langsung mengirim ke pelanggan dengan menyantumkan nama saya dan nomer telepon sebagai pengirim (nama suplier sama sekali tidak disebut/dituliskan dalam paket kiriman).

Order via Shopee agar Free Ongkir dan surcharge Kartu Kredit Rp. 0,-
Suplier saya kebetulan juga aktif di marketplace, selain di Bukalapak, Tokpedia, juga ada Shopee. Berhubung sekarang (saat tulisan ini dibuat) yang masih gratis ongkir dan surcharge kartu kredit Rp. 0,- hanya di Shopee, maka saya order via Shopee saja. Saya chat via Shopee ke suplier dan tawar harga terlebih dahulu (saya pelanggan rutin, jadi boleh nawar harga), setelah harga disetujui, saya langsung check out dan tidak lupa kasih keterangan dikirim secara dropships dengan mencantumkan nama dan nomer telepon saya sebagai pengirimnya. Kelar check out saya langsung membayar via kartu kredit dengan pengaman OTP nya. OTP atau one time passwors dikirimkan ke handphone kita dan baru akan diproses setelah kita input 6 digit passwords tersebut saat pembayaran.

Pembayaran sudah dilakukan, sekarang tinggal tunggu suplier mengirim pesanan dan input no resi di Shopee. Biasanya suplier akan input 1x24 jam atau paling lama 2x24 jam. Kita beri pengertian ke pelanggan terlebih dahulu bahwa info no resi akan diberikan setelah 1x24 jam untuk amannya. Setelah resi diinput, kita bisa info no resi ke pelanggan.  Selang 2 hari, pelanggan WA saya memberikan informasi barang sudah diterima dan sesuai dengan yang ditawarkan, Pelanggan puas, Dropships done.

Penggunaan kartu kredit dalam proses dropships sangat memudahkan dan bermanfaat. Mudah karena prosesnya cepat dan aman. Bermanfaat karena kita tidak perlu keluar uang terlebih dahulu untuk bisa order, bahkan dalam kasus dropships justru uang pelanggan sudah masuk ke rekening kita. Uang bisa diputar untuk yang lainnya. Yang paling penting, saat tagihan datang nantinya dibayar lunas, tidak ada kompromi jika tidak ingin terjebak bunga kartu kredit.

Buat Anda yang tertarik dengan bisnis ala Dropshipers, silahkan mencoba, yang terpenting sebelumnya adalah cari terlebih dahulu suplier yang baik, terpercaya, amanah, respon cepat. Jangan selalu berpatok pada harga yang murah, harga murah tidak diimbangi pelayanan yang baik = konsumen lari. Bangun reputasi yang baik.

Good Luck

Lama Return Shopee ke Limit Kartu Kredit

Salah satu hal yang kadang tidak bisa dihindari dalam belanja melalui marketplace adalah proses return. Return bisa terjadi karena seller kehabisan stok, barang yang dikirim salah, cacat, atau sebab lain.

Proses return dalam bentuk dana dikembalikan oleh marketplace sesuai dengan cara kita membayar sewaktu membuat order. Jika dengan metode transfer, dana akan dikembalikan ke rekening kita. Sedang, jika menggunakan kartu kredit, dana akan dikembalikan ke limit kartu kredit kita.

Lama proses return biasanya 1-2 hari jika menggunakan rekening, sedang jika menggunakan kartu kredit butuh 2 tahap, yaitu: 1-2 hari return dana marketplace ke bank penerbit kartu kredit, dan 7-14 hari kerja dari bank penerbit ke limit kartu kredit kita. Setidaknya seperti itulah kebanyakan keterangan term of service dari marketplace.

Bagaimana praktek di lapangannya, berikut ini saya ceritakan pengalaman saya berbelanja online via marketplace Shopee dengan menggunakan kartu kredit Mastercard Skyz Bank Mandiri.

Tanggal 10 Maret 2017
Saya memesan beberapa item produk melalui Shopee senilai Rp. 364.999,00 free ongkir.

Tanggal 12 Maret 2017
Barang saya terima melalui kurir JNE dan langsung saya cek. Ternyata ada 1 barang yang dikirim tidak sesuai dengan spesifikasi. Saya langsung hubungi seller dan requesh return. Karena sudah langganan, seller menyetujui permintaan return saya dengan ketentuan biaya return saya yang menanggung.

Tanggal 13 Maret 2017
Saya return ke alamat seller via kurir Wahana.

Tanggal 14 Maret 2017
Seller menanyakan apakah barang sudah saya kirim. Saya langsung upload bukti resi Wahana dan menjelaskan barang sudah saya kirim kemarin (13 Maret 2017). Berhubung seller sudah menjadi langganan, maka persetujuan return barang di-approve saat itu juga tanpa menunggu barang sampai terlebih dahulu. Bisnis ini kalau sudah saling percaya memang mudah prosesnya.

Tanggal 15 Maret 2017
Muncul notifikasi dari Shopee yang berbunyi seperti ini: "Kami telah mengajukan pengembalian dana sebesar Rp. xxx,- kepada pihak bank. Mohon menunggu 7-14 hari kerja sampai pengembalian masuk ke kartu kredit Anda."

Tanggal 16 Maret 2017
Saya membuka internet banking Mandiri dan mengecek informasi kartu kredit. Hasilnya, limit kartu kredit belum bertambah, return dana ke limit belum terjadi.

Tanggal 17 Maret 2017
Saya membuka internet banking Mandiri dan mengecek informasi kartu kredit. Hasilnya, limit kartu kredit sudah bertambah.

Kesimpulan
Proses pengembalian dana Kartu Kredit Mandiri melalui Shopee melalui 3 tahap. Yaitu:

  1. Tahap pertama adalah persetujuan seller untuk approve permintaan return kita. Biasanya seller akan approve setelah barang yang direturn sudah diterima balik, atau dalam kondisi tertentu (karena sudah langganan dan saling percaya seperti kasus saya) sudah approve sebelum barang diterima.
  2. Tahap kedua, setelah seller approve, Shopee membutuhkan waktu 1-2 hari untuk mengembalikan dana ke bank penerbit. Dalam kasus saya, satu hari sudah diproses.
  3. Tahap ketiga, setelah Shopee mengembalikan dana, bank penerbit butuh waktu secara prosedural 7-14 hari kerja untuk mengembalikan dana ke limit kartu kredit kita. Dalam kasus saya dengan menggunakan kartu Skyz Mandiri cukup 2 hari kerja.

Demikian, semoga bermanfaat.

Saturday, 11 March 2017

Kartu Kredit Pertama

Menjadi seorang pedagang (termasuk didalamnya seller online) memang susah-susah mudah mendapakan akses ke perbankan. Profil usaha yang belum bankable membuat pinjaman ke bank sulit diluluskan. Cukup bisa dimaklumi karena bank pastinya tidak mau mengambil resiko meminjami pedagang yang belom bankable karena horor NPL (non performing loan) alias kredit macet.

Berhutang kepada teman, saudara, family, dan,orang tua akhirnya menjadi pilihan yang rasional, dengan konsekwensi masing-masing tentunya.

Saya sendiri termasuk pedagang yang tidak bankable di mata bank pada awalnya. Saya tidak suka meminjam uang (berhutang) kepada keluarga, orang tua, apalagi teman, Saya lebih suka punya hutang kepada perbankan, namun sayangnya belum bankable, sehingga beberapa kali mencoba apply pinjaman tidak diluluskan walau usaha waktu itu sudah jalan 3 tahun.

Walaupun pembukuan usaha ada, aset dalam bentuk barang ada, usaha sudah lebih dari 3 tahun, tetapi dikarenakan lapak masih mengontrak, cicilan motor belum lunas, sama sekali tidak punya agunan, ditambah lagi KTP luar kota dan belum eKTP lagi. Lengkap sudah, berkas pinjaman saya akhirnya lebih sering dilempar ke kredit tanpa agunan dan hasilnya bisa ditebak apply reject.

Jika saja 3 tahun lalu sudah ada KUR ala pemerintahan Pak Jokowi, mungkin apply saya diluluskan, karena yang saya dengar KUR sendiri pada dasarnya adalah mendorong usaha yang belum bankable dibantu permodalannya sehingga suatu saat bisa bankable, dan syaratnya cukup punya usaha yang sudah jalan sekian bulan. Yang dijadikan agunan adalah usahanya. Program yang pro rakyat kecil.

Singkat cerita, saya akhirnya tetap berdagang dengan modal yang ada. Usaha saya buat dengan pembukuan yang baik (profesional) walau sebatas program di exel. Neraca umum, laba-rugi, kas lancar, buku stock semua tercatat dengan baik. Semua transaksi sebisa mungkin via transfer dengan harapan mutasi rekening (hystory rekening) terlihat bagus, sehingga menarik perhatian bank.

Waktu terus berlalu, usaha masih bertahan, hingga tak terasa saya justru mempunyai tabungan hasil keuntungan usaha di atas 10 juta yang sudah 1 tahun-an mengendap di bank. Saya sudah melupakan pinjaman ke bank karena modal yang ada masih cukup dan belum ada rencana perluasan usaha.

Hingga, tiba-tiba ada marketing bank tempat saya membuka rekening tabungan menghubungi di waktu itu. Beliau menggunakan nomer lokal, memperkenalkan diri sebagai marketing bank cabang saya buat tabungan, dan memberi tahu saya jika berminat akan diberikan 'kartu kredit' sebagai hadiah atas bagusnya (baca, aktifnya) mutasi rekening tabungan. KARTU KREDIT ??!

Buat anda yang sudah bankable, punya penghasilan tetap, kerja tetap sebagai karyawan atau PNS, pastinya mudah mendapat kartu kredit. Tetapi, bagi pedagang seperti saya yang belum bankable, pinjam bank always reject, pastinya senang mendapat tawaran seperti ini, apalagi dibilangnya hadiah yang berarti 100% approve.

Saya akhirnya mengiyakan tawaran tersebut, saya mengisi aplikasi kartu kredit by phone langsung saat itu juga. Saya percaya marketing tersebut memang berasal dari cabang karena selain nomernya lokal, beliau juga memegang data pribadi saya sehingga saya tinggal mengoreksi saja jika ada yang salah. Beliau juga mengatakan karena apllikasi ini adalah usulan dari cabang, maka kemungkinan approve nya adalah 99%, masih ada kemungkinan 1% reject. Nanti akan ada analis sekitar minggu kedua yang akan telepon untuk validasi data kata beliau sebelum mengakhiri pembicaraan.

Minggu kedua mulai masuk, saya selalu menyiagakan hp. Tetapi, tidak ada telepon dari analis. Mungkin saya harus menunggu hingga minggu ketiga. Saya baca-baca di internet, katanya analis akan menghubungi setelah 7-14 hari kerja, ini berarti bisa minggu kedua atau ketiga.

Tidak ada telpon hingga minggu ketiga, saya mulai ragu aplikasi saya diterima/ tidak. Saya enggan menanyakan ke call center, ditunggu saja, toh saya juga tidak ngebet-ngebet amat punya kartu kredit. Hingga, datanglah sms di jum'at pagi yang membuat saya senang campur terkejut. Saya mendapat sms bahwa kartu kredit saya disetujui. Ternyata, bisa juga kartu kredit approve tanpa ditelpon oleh analis.

Saya langsung login ke internet banking, dan benar saja, saya mendapat 2 kartu kredit Visa Gold dan Mastercard Titanium. Limit saya masih dikasih kecil, tapi okelah nanti bisa naik pelan-pelan, dan terpenting mendapat kartu kredit sehingga nantinya punya catatan hutang dan pembayaran di bank. Catatan itu penting karena dengan tahunya bank dengan profil/pola kita mengelola hutang, maka suatu saat jika ingin kredit KPR, KTA, etc akan lebih mudah.

Mempunyai kartu kredit pada akhirnya menjadi salah satu jalan untuk meng-bangable-kan usaha saya. Sekarang tinggal mengatur dengan baik penggunaannya secara bijak, baik untuk keperluan rutin sehari-hari maupun untuk bisnis.